
Sudah berapa ratus juta motor dalam berbagai macam varian yang t’lah dipasarkan oleh pabrikan di Indonesia, diantaranya yang trend adalah varian “metic”. Honda dengan Vario dan Beat, Suzuki dengan Spin, Yamaha dengan Nouvo dan Mio dan Metik Mocin (motor cina) lainya. Fenomena ini juga terjadi di Kota Ternate. Sampai-sampai untuk Mio, terdapat daftar tunggu hingga 2 (dua) bulan. Padahal sebagian besar calon pembeli ini sudah memiliki kendaraan lain yang masih layak untuk digunakan... Namun bapak tidak terjebak dlm kondisi tersebut...
Pada tahun 70-an hingga sekarang, masih kita temukan gaya hidup hippies,. Gaya hidup dimana ada sebagian anak muda yg mampu menampilakan karakter mereka dimana tercemin bahwa mereka ingin mendobrak struktur mainstream yg tengah berlangsung dan hal ini terjadi di mana2...
Kata bapak, trend anak muda yg ingin tampil beda dan “anti kemapanan” ini akan terus hidup. Mungkin saja tema dan isunya yg berbeda...
Dalam bidang otomotif, bapak senang, hobbby dan maniak mengendrai motor antik, Hobby motor antik atau klasik ini sering membuat bapak lupa waktu bahkan rela mendedikasikan sebagian hidupnya untuk hobby yg untuk sebagian orang tidak ada bergunanya dan sekadar membuang waktu...
Zhizan sangat yakin bila cara pandangan orang lain aneh dan kurang kerjaan pasti langsung dialamatkan saat bapak membawa pulang sebuah motor tua yang lebih tepat disebut “ besi tua “ dan sudah pantas dijual kilo-an...
Tapi buat bapak, amat sangat besar keliru pandangan tersebut... Untuk menyulap si “besi tua” itu kembali ke keaslinya, bapak butuh waktu yang tak cukup sehari, seminggu bahkan berbulan – bulan, tidaklah susah bila bapak ingin mendapatkan sebuah motor baru di Dealer karena hanya dalam hitungan detik saja, bapak bisa mendapatkannya“.
Makasih buat Mas Hadi dan Mas Kembung karena mereka telah mengirim mesin Honda CB bapak ke Suroboyo dan menyulap mesinnya hingga kelihatan kincroong !!!!! Makasih tak terhingga juga buat Om Zainal sang mekanic “Honda CB Ternate Motor Club” yang tak henti-hentinya memberi masukan dan t’lah “ make over “ semua jeroan dan tampilan Honda CB bapak...
Begitu pula buat Cak Naryo dan Om Ichad, dedengkot “ KIS “ (Kawanua Idependent Scooter) Manado yang s’lalu memberikan informasi soal Vespa Clasic...
Bapak juga berhubungan baik dengan Om-om di “ GAS “ (Gamalama Art Scooter) Ternate, Om Vinic, Om Stev dll, karena bapak termasuk salah satu penggagas berdirinya GAS. Namun sebelumnya, bapak dan beberapa teman sempat mendirikan “Avo Scooter Ternate”, namun sayang club tersebut tidak eksis lagi... S’karang bapak cuman di “STUK” (Scooter Tanpa Club) Ternate, Zhizan sendiri tidak mengerti apa itu STUK... Di CSP “Celebes Scooter Party” 2008 di Manado, bapak tidak sempat hadir, lalu sebagai gantinya pada bulan desember taon yang sama, bapak bersama gank CB-nya touring ke Sulawasi Utara dengan tujuan menggugah minat warga Manado dan sekitarnya agar “besi-besi tua” milik mereka sayang kalau dibiarkan begitu saja. Gawatnya lagi apalagi di jual kilo-an, karena ntar ditanyai malaikat “kenapa dijual Honda CB kamu, apakah kamu sadar telah menjual varian honda yang sanagt langka” .... Masa iya sih bapak...he...he...he....
Pada akhir taon ini, rencanya bapak mau touring ke Surabaya – Bali. Kata bapak sih.., itu program tahunan Honda CB Ternate. Apalagi S’karang bapak Zhizan aktif di “Honda CB Ternate Motor Club” dan dipercayakan untuk menahkhodainya hingga 2010...
Bapak..., bapak..., punya hobby koq nyeleneh.... apa nda ada kerjaan lain lagi atau kegiatan yang bisa lebih dekat dengan Zhizan dan keluarga... tapi bagaimanapun itulah bapak dan Zhizan tetap bangga dengannya... dengan modal Handphon SE K800i, bapak sering membawa pulang ole2 foto disetiap touringnya...
“Zhizan, ada kenangan setiap bapak mengendarai Vespa, Saat jalan2 dengan Almarhum Kakek, Bapak sering berebutan dengan paman-paman untuk berdiri di depan dan tidak mau duduk diboncengannya”... Begitu kata bapak...
Kata bapak juga bahwa ada kenikmatan yang tak ternilai harganya ketika Honda CB atau Vesapnya bisa ia tunggangi dengan lancar selama touring atau sekedar jalan2 tanpa rewel... Apalagi banyak orang yang menatap takjub sekaligus kagum saat bapak melintas perlahan di jalanan Kota Ternate atau sedang menunggu lampu hijau di setiap Trafic Light”...
Banyak s’kali kenangan yang bapak ceritakan dan tidak akan habis2nya kalo diceritakan...
Betapa gembiranya saat Harisun Haris atau biasa dipanggil Qhois nama bapak Zhizan, akan membuat web, blog atau apapun namanya yg berhubungan dengan dunia maya kemudian memposting segala kegiatan Zhizan dan bapak supaya orang2 pada tau kalo Zhizan sama bapak punya hobby yang sama yaitu “Motor Clasic Maniak“...